Ahad, 11 Mac 2012

KEBESARAN ALLAH - PERTEMUAN DUA LAUTAN

Walaupun ramai sudah mengetahui mengenai perkara ini, sekadar ingin berkongsi mengenai kebenaran A-Quran dan kebesaran Allah.

وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا


 “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

(Al Furqan 25:53)


Allah SWT telah berfirman di dalam Al Quran.
"Dia memberikan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?
(Ar Rahman : 19 - 21)



Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita , Mexico .  Disana ada sebuah gua.  Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.




Setengah pengkaji mengatakan, ia bukanlah sungai biasa, ia adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT.



KAWASAN PERTEMUAN DUA SUNGAI YANG MEMPUNYAI KANDUNGAN GARAM DAN AIR YANG PANAS TETAPI KEDUA-DUANYA TERPELIHARA DEMI KEGUNAAN MAKHLUK ALLAH SWT.

Fenomena pertemuan sungai dan laut adalah sangat umum, dan di sini kita melihat sebuah pertemuan dua sungai yang berbeda kepekatan, keasinan dan suhu, dan kedua sungai tersebut tetap tanpa bercampur, untuk bercermin pada tanah genting antara mereka ....


Gambar sebenarnya dari area pertemuan sungai Rio Negro dan Solimões Sungai di Brasil. Kedua sungai tersebut bertemu dalam jarak lebih dari lima kilometer dalam kondisi air kedua sungat tersebut tidak bercampur dengan kepekatan dan suhu yang tetap berbeza. Sungai pertama di sebelah kanan mengandung endapan tanah pegunungan yang menyebabkan airnya berwarna coklat, sedangkan sungai yang kedua di sebelah kiri berwarna hitam pekat karena merupakan rembesan tanaman-tanaman yang membusuk yang datang dari hutan. Fenomena ini sekarang dapat dijelaskan secara ilmiah, yaitu melalui sejumlah hukum fizik tentang pergerakan cairan, seperti ketumpatan, dan suhu. Hukum fizik ini memastikan bahwa kedua sungai tersebut tidak dapat saling mengalahkan, walaupun mereka bertemu secara langsung.

Mahasuci Allah yang telah menjelaskan kepada kita 14 abad yang lalu tentang pertemuan sungai-sungai dan lautan seperti ayat di atas.



Pertemuan lautan atlantik dan mideteranian di Selat Sepanyol